PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Pionir Internet Rakyat di Indonesia
Peluncuran Wi-Fi 7 Pertama di Indonesia
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), atau yang dikenal sebagai Surge, terus memantapkan langkahnya sebagai penyedia internet rakyat. Tidak hanya mengandalkan pembangunan jaringan kabel serat optik dan homepass, perusahaan kini menjadi pelopor peluncuran jaringan nirkabel alias Wi-Fi generasi ke-7 (Wi-Fi 7) pertama di Indonesia dengan kecepatan hingga 2 gigabit per detik (Gbps). Inovasi ini diresmikan di SMP Negeri 15 Denpasar, Bali, pada Jumat (3/10/2025), melalui kolaborasi WIFI bersama Bali Internet (mitra Starlite) dan Huawei Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut pemegang saham utama Grup Surge (WIFI) Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Bali I Wayan Koster, pimpinan Bali Internet, serta perwakilan Huawei Indonesia. Peluncuran ini bukan hanya simbol modernisasi teknologi, melainkan juga komitmen WIFI menghadirkan konektivitas yang inklusif bagi sekolah, UMKM, hingga komunitas di berbagai daerah.
Komitmen Terhadap Pendidikan
“Konektivitas adalah tulang punggung pendidikan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kami memilih sekolah sebagai lokasi peluncuran pertama, untuk menegaskan bahwa setelah infrastruktur digital dibangun, pendidikan menjadi kunci berikutnya,” ujar Hashim Djojohadikusumo dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu (5/10/2025).
Gubernur Bali I Wayan Koster menambahkan, internet cepat di sekolah akan menjadi katalis transformasi pendidikan. “Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik peluncuran Wi-Fi 7 ini. Internet dengan kecepatan 2 Gbps akan diberikan gratis ke sekolah-sekolah di Bali sebagai bagian dari program transformasi pendidikan digital,” ungkapnya.
Target Jaringan Kabel Serat Optik
Sejalan dengan terobosan Wi-Fi 7, WIFI juga tetap fokus membangun jaringan kabel serat optik yang menyasar rumah tangga. Perseroan menargetkan 40 juta homepass dalam lima tahun. Hingga semester I-2025, WIFI telah membangun lebih dari 800.000 homepass dan menyambungkan sekitar 400.000 pelanggan.
Direktur Utama Solusi Sinergi Digital (WIFI), Yune Marketatmo, menegaskan bahwa target jangka panjang ini berjalan sesuai rencana. “Untuk tahun ini, target kita tetap 2,5 juta homepass. Tidak ada revisi naik. Kami jaga konsistensi dulu, setelah tercapai baru kami umumkan kepada publik,” ujarnya.
Kolaborasi dan Ekspansi
Strategi eksekusi target dilakukan dengan menggandeng lebih dari 400 kontraktor lokal atau ISP daerah. Masing-masing kontraktor berkomitmen membangun sekitar 1.000 homepass per bulan. Dengan model kolaborasi ini, penetrasi jaringan dapat dipercepat hingga ke wilayah pelosok.
Tidak hanya mengandalkan kabel, WIFI juga masuk ke arena lelang pita frekuensi 1,4 GHz yang saat ini digelar pemerintah. Melalui entitas anak, PT Telemedia Komunikasi Pratama, WIFI telah lolos verifikasi administrasi bersama dua pesaing besar, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Eka Mas Republik.
Strategi Harga dan Komitmen Finansial
Di tengah peluncuran Wi-Fi 7, isu harga menjadi sorotan utama. Yune menegaskan bahwa model bisnis WIFI selalu dimulai dari daya beli masyarakat, bukan dari biaya produksi. “Kalau masyarakat hanya mampu membayar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per bulan, maka tugas kami mencari solusi agar layanan premium seperti Wi-Fi 7 bisa masuk ke level itu. Prinsipnya, dibalik: dari kemampuan beli masyarakat, bukan dari ongkos produksi ditambah margin,” jelasnya.
Model harga agresif ini diharapkan menciptakan utilisasi jaringan yang optimal. “Begitu harga terjangkau, masyarakat membeli dalam jumlah besar, jaringan terpakai maksimal. Kalau ada masalah, langsung ketahuan dari komplain pelanggan. Itu lebih sehat daripada pasang harga tinggi tapi utilisasi jaringan hanya 10-20%,” katanya.
Menghadapi ekspansi besar-besaran, WIFI memastikan komitmen finansial yang kuat. Dana untuk mengikuti lelang frekuensi telah disiapkan, meski perusahaan tidak merinci nilainya. “Fokus kami bukan sekadar ikut lelang, tapi memastikan internet murah bisa segera diwujudkan dalam skala besar,” ujar Yune.
Visi dan Ambisi
Optimisme ini sejalan dengan visi pemerintah mendorong transformasi digital nasional. Dengan kombinasi kabel dan frekuensi, WIFI ingin menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi digital. Visi besar Surge (WIFI) adalah menjadikan internet sebagai kebutuhan dasar masyarakat, bukan barang mewah.
Dari awal, pesan masyarakat selalu sama, yaitu jangan naikkan harga. Hal ini menjadi prinsip manajemen dalam setiap peluncuran produk baru. “Internet rakyat artinya semua bisa menikmati. Dari kota besar sampai pelosok, dari sekolah hingga UMKM. Dengan harga terjangkau, manfaat ekonomi digital bisa dirasakan luas,” ujar Yune.
Bagi Surge, Wi-Fi 7 bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan simbol komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas inklusif. Jika target 40 juta homepass tercapai dan akses frekuensi baru berhasil diamankan, WIFI berpotensi menjadi salah satu pemain dominan dalam industri infrastruktur digital nasional.
Peluncuran Wi-Fi 7 pertama di Indonesia menegaskan ambisi besar WIFI untuk menjadi penyedia internet rakyat. Dengan kombinasi strategi pembangunan kabel serat optik, partisipasi dalam lelang frekuensi, harga layanan yang agresif, serta fokus pada wilayah tertinggal, perusahaan menempatkan diri sebagai pionir inklusi digital.
“Visi kami jelas, internet bukan barang mewah, tapi kebutuhan dasar. Dengan harga terjangkau dan jaringan yang luas, masyarakat bisa merasakan manfaat langsung, baik di kota besar maupun daerah tertinggal,” pungkas Yune.
Related Posts
Subscribe Our Newsletter
Belum ada Komentar untuk " PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Pionir Internet Rakyat di Indonesia"
Posting Komentar